Lebih dari Sushi: Menjelajahi Kekayaan Kuliner Tradisional Jepang yang Belum Anda Tahu

Ketika mendengar kata “makanan Jepang,” sebagian besar orang langsung teringat pada sushi dan ramen. Meskipun keduanya memang ikonik, mereka hanyalah puncak dari gunung es. Untuk para pencinta kuliner yang ingin pengalaman lebih otentik, saatnya menjelajahi kekayaan kuliner tradisional Jepang yang tersembunyi. Kuliner Negeri Sakura jauh lebih beragam dan kompleks, dengan hidangan yang bervariasi dari satu prefektur ke prefektur lainnya, masing-masing dengan sejarah dan teknik memasak yang unik. Melangkah keluar dari zona nyaman sushi adalah kunci untuk menemukan rasa otentik yang akan mengubah pandangan Anda tentang masakan Jepang secara keseluruhan.

Salah satu hidangan yang patut dicoba adalah okonomiyaki, pancake gurih yang populer di wilayah Kansai, terutama di Osaka dan Hiroshima. Terbuat dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan kol, telur, dan irisan daging atau seafood, okonomiyaki dimasak di atas wajan panas dan disajikan dengan saus khusus serta mayones. Di sebuah restoran okonomiyaki di Osaka, seorang koki bernama Chef Tanaka menjelaskan bahwa rahasia kelezatan terletak pada teknik mencampur adonan agar tidak terlalu padat dan cara memasaknya yang cepat. Pengalaman menjelajahi kekayaan kuliner Jepang melalui okonomiyaki ini memberikan sensasi rasa yang berbeda, di mana setiap gigitan terasa gurih, renyah, dan creamy.

Selain hidangan berat, ada pula kuliner yang lebih ringan namun tetap ikonik, seperti takoyaki. Bola-bola gurita yang dimasak dalam cetakan khusus ini adalah jajanan kaki lima yang sangat populer di seluruh Jepang. Takoyaki disajikan dengan saus gurita manis, mayones, dan taburan katsuobushi (serutan ikan bonito kering) yang menari-nari saat masih panas. Di sebuah festival kuliner Jepang yang diadakan di Tokyo pada 14 September 2025, takoyaki buatan gerai lokal Tako-Tako menjadi salah satu yang paling laris. Menurut laporan dari penyelenggara festival, Bapak Kenta, menu takoyaki yang disajikan secara otentik sangat menarik perhatian pengunjung dari luar negeri. Ini membuktikan bahwa menjelajahi kekayaan kuliner di luar sushi menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Tidak hanya hidangan gurih, ada juga hidangan yang lebih menenangkan seperti shabu-shabu dan sukiyaki. Kedua hidangan ini adalah sejenis hot pot yang disajikan dengan irisan daging sapi tipis dan berbagai macam sayuran. Di sebuah restoran di Kyoto, pada hari Rabu, 17 Agustus 2025, seorang maĆ®tre d’, Ibu Haruka, menjelaskan perbedaan antara keduanya. Shabu-shabu dimasak dengan cara mencelupkan irisan daging ke dalam kaldu panas, sementara sukiyaki dimasak dalam kaldu yang lebih manis. Masing-masing memiliki cara penyajian dan rasa yang unik, menunjukkan betapa kayanya budaya kuliner Jepang.

Secara keseluruhan, menjelajahi kekayaan kuliner tradisional Jepang adalah perjalanan yang memuaskan dan penuh kejutan. Ada begitu banyak hidangan lezat yang menanti untuk ditemukan di luar sushi dan ramen. Dengan membuka diri untuk mencoba hal baru, kita tidak hanya akan memanjakan lidah, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya kuliner yang luar biasa dari Negeri Sakura.