Jepang dikenal sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi sopan santun dan kedisiplinan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk saat berada di meja makan. Bagi masyarakat Jepang, makan bukan sekadar aktivitas untuk mengisi perut, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap bahan makanan, orang yang memasak, dan alam semesta. Memahami sebuah Etiket Makan Jepang dalam konteks budaya ini sangat penting, terutama jika Anda berencana untuk berkunjung ke sana atau sekadar ingin menunjukkan rasa hormat saat makan di tempat formal. Aturan-aturan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari karakter bangsa yang sangat kental dengan nilai kebersamaan.
Salah satu hal pertama yang akan Anda jumpai saat duduk adalah pemberian oshibori atau handuk basah. Penggunaan handuk ini merupakan bagian dari tradisi awal yang bertujuan untuk membersihkan tangan sebelum menyentuh makanan, bukan untuk menyeka wajah atau leher. Setelah itu, sebelum memulai makan, sangat penting untuk mengucapkan Itadakimasu, yang secara harfiah berarti “saya menerima dengan rendah hati”. Ucapan ini adalah bentuk rasa syukur kepada semua pihak yang terlibat dalam penyajian makanan tersebut, mulai dari petani, nelayan, hingga koki yang menyiapkannya di dapur.
Saat berada di sebuah restoran Jepang, penggunaan sumpit atau hashi merupakan elemen yang paling banyak memiliki aturan. Ada beberapa hal yang dianggap tabu, seperti menancapkan sumpit secara vertikal di atas mangkuk nasi (karena menyerupai ritual pemakaman) atau memindahkan makanan dari satu sumpit ke sumpit lainnya. Selain itu, Anda tidak boleh menunjuk orang lain dengan sumpit atau menjilat ujung sumpit. Jika sedang tidak digunakan, letakkan sumpit di atas hashioki atau sandaran sumpit yang telah disediakan. Kelihatannya sepele, namun bagi masyarakat setempat, cara Anda memegang sumpit mencerminkan tingkat pendidikan dan tata krama Anda.
Mengenal Etiket Makan Jepang makan yang benar juga mencakup bagaimana Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu seperti sushi atau ramen. Untuk sushi, sebenarnya diperbolehkan menggunakan tangan langsung, terutama untuk jenis nigiri, agar nasi tidak mudah hancur. Namun, saat mencelupkan ke dalam kecap asin, pastikan hanya bagian ikannya saja yang terkena, bukan bagian nasinya. Sementara itu, untuk ramen, menyeruput mie dengan suara yang cukup keras justru dianggap sebagai pujian bagi koki karena menunjukkan bahwa Anda sangat menikmati hidangan tersebut selagi panas. Hal ini sangat kontras dengan budaya Barat yang menganggap suara saat makan sebagai sesuatu yang tidak sopan.
