Mencicipi sushi bukan hanya soal menikmati rasa, tetapi juga menghormati tradisi. Ada etika makan sushi yang perlu Anda ketahui agar pengalaman bersantap terasa autentik dan sopan. Salah satu aturan paling mendasar yang sering dilupakan adalah cara mencelupkan hidangan ke dalam kecap asin (shoyu).
Kesalahan paling umum adalah mencelupkan bagian nasi (shari) ke dalam shoyu. Nasi yang bertekstur lembut akan menyerap kecap asin terlalu banyak. Akibatnya, rasa sushi akan didominasi oleh keasinan kecap, merusak keseimbangan rasa ikan dan nasi yang sudah diolah sempurna oleh chef.
Lalu, bagaimana cara makan sushi yang benar? Balikkan potongan nigiri (sushi dengan topping di atas nasi), dan celupkan sedikit saja bagian ikannya (neta) ke dalam shoyu. Pastikan hanya ujung neta yang menyentuh kecap, bukan seluruh permukaannya.
Etika makan di restoran Jepang juga melarang Anda mencampurkan wasabi ke dalam shoyu. Chef sushi profesional biasanya sudah menempatkan wasabi dalam jumlah yang tepat di antara ikan dan nasi. Mencampur wasabi secara terpisah dianggap merusak rasa wasabi asli.
Selain teknik celup, perhatikan porsi. Sushi dirancang untuk sekali suap (hitokuchi). Etika makan makanan Jepang mengajarkan untuk tidak memotong atau membagi sushi. Makanlah dalam sekali lahap, dengan bagian topping menghadap ke lidah agar rasa ikan segar lebih terasa dominan.
Gunakan sumpit dengan benar. Jangan menusuk sushi dengan sumpit atau mengoper makanan dari sumpit ke sumpit. Saat istirahat, letakkan sumpit secara horizontal di atas piring atau di sandaran sumpit (hashioki), jangan diletakkan tegak di dalam mangkuk nasi.
Nikmati gari (acar jahe) di antara suapan sushi yang berbeda. Gari berfungsi sebagai pembersih langit-langit mulut (palate cleanser), bukan sebagai topping yang dimakan bersama sushi. Tujuannya adalah untuk menetralkan rasa sebelum Anda beralih ke jenis sushi berikutnya.
Dengan memahami tata krama makan sushi ini, Anda menunjukkan apresiasi pada keterampilan chef dan budaya kuliner Jepang. Jadi, ingatlah: sedikit celup pada bagian ikan, bukan nasi, adalah kunci untuk benar-benar menikmati keindahan dan kesegaran rasa dari setiap potong sushi.
